TVRINews, Dumai
PT Pertamina Refinery Unit (RU) Dumai memberikan penjelasan terkait suara letupan keras yang mengejutkan warga Kota Dumai, Riau, pada Rabu, 2 September 2026 malam sekitar pukul 22.53 WIB. Peristiwa tersebut dipastikan merupakan bagian dari proses operasional kilang dan tidak mengganggu aktivitas produksi.
Letupan keras disertai membesarnya api obor (flare) sempat memicu kepanikan warga, terutama di kawasan sekitar kilang seperti Kelurahan Tanjung Palas dan Jaya Mukti. Sejumlah warga bahkan keluar rumah karena suara ledakan terdengar hingga beberapa kilometer dari lokasi.
Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina RU Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan suara letupan terjadi dalam rangkaian proses produksi yang telah ditangani sesuai prosedur keselamatan.
“Suara letupan tersebut merupakan bagian dari proses produksi di kilang yang ditangani sesuai prosedur keselamatan. Kami memastikan operasional kilang tetap berjalan normal dan dalam kondisi aman,” ujarnya pada Jumat, 4 September 2026
Pertamina menegaskan tidak ada gangguan terhadap operasional kilang maupun dampak luas yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut. Seluruh sistem tetap berada dalam pengawasan dan berjalan sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Meski demikian, perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Dumai atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh suara letupan dan membesarnya api flare pada malam kejadian.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila melihat aktivitas flare di area kilang, karena kondisi tersebut merupakan bagian dari sistem pengamanan operasional yang dirancang untuk menjaga keselamatan fasilitas produksi.










