TVRINews, Indragiri Hilir
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, semakin mengganggu aktivitas masyarakat. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dilaporkan mencapai 215, sehingga kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Pendidikan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di sejumlah wilayah terdampak kabut asap.
Peserta didik di wilayah tersebut kini mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah. Kebijakan berlaku bagi satuan pendidikan di bawah kewenangan Pemkab Inhil, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sejumlah kecamatan yang menerapkan PJJ antara lain Tembilahan, Tembilahan Hulu, Kempas, Keritang, Kemuning, Tempuling, dan Batang Tuaka.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir Abdul Rasyid mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah perlindungan bagi peserta didik menyusul memburuknya kualitas udara.
“Kebijakan ini berlaku bagi seluruh peserta didik mulai dari PAUD, SD hingga SMP di wilayah yang terdampak. Untuk sementara, pembelajaran dialihkan ke sistem pembelajaran jarak jauh dari rumah,” ujar Abdul Rasyid.
Menurut Abdul Rasyid, penerapan PJJ belum ditetapkan batas waktunya. Pemerintah daerah akan memantau kondisi udara selama tiga hari ke depan dengan mengacu pada surat edaran Kementerian Pendidikan terkait penanganan dampak bencana terhadap proses pembelajaran.
“Belum ada batas waktu yang pasti untuk pelaksanaan PJJ. Kami akan melakukan pemantauan dalam tiga hari ke depan dan melihat perkembangan kondisi udara serta situasi di lapangan,” katanya.
PJJ tidak diberlakukan di seluruh wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Sekolah di kecamatan yang tidak terdampak kabut asap masih dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa.
Abdul Rasyid menegaskan, pembelajaran jarak jauh hanya bersifat sementara. Pembelajaran tatap muka akan kembali diterapkan setelah kondisi kualitas udara dan cuaca membaik.
“Untuk kecamatan yang tidak terdampak kabut asap, pembelajaran tetap dilaksanakan seperti biasa. PJJ ini sifatnya sementara. Apabila kondisi cuaca dan kualitas udara membaik, maka pembelajaran akan kembali dilaksanakan secara tatap muka,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik.










