TVRINews, Pelalawan
Polda Riau menguji inovasi cairan pemadam X-Fire untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Kabupaten Pelalawan.
Inovasi ini ditargetkan mampu memadamkan api hingga ke lapisan bawah tanah sehingga bara yang tersimpan di dalam gambut dapat mati secara menyeluruh.
Uji coba dan riset X-Fire dipimpin langsung Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. Cairan tersebut sebelumnya telah diuji dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah lahan gambut di Sumatera Selatan dan Kalimantan.
Tim Ahli X-Fire, Saputra, menjelaskan cairan pemadam tersebut menggunakan bahan dasar minyak CPO dan tepung tapioka. Menurutnya, metode penyemprotan menjadi salah satu faktor penting agar cairan dapat menjangkau lapisan lahan yang terbakar.
“Formula X-Fire ini berbahan dasar minyak CPO dan tepung tapioka. Penggunaannya dilakukan dengan metode penyemprotan secara spiral untuk membantu menjangkau sekaligus mendinginkan lapisan lahan yang terbakar,” ujar Saputra.
Saputra menambahkan, cairan X-Fire bekerja dengan membentuk busa tebal yang menyelimuti area terbakar. Busa tersebut diharapkan dapat membantu memutus suplai oksigen sehingga bara yang berada di dalam lapisan gambut dapat dipadamkan.
“Dengan membentuk busa yang menyelimuti area terbakar, cairan ini diharapkan dapat memutus oksigen dan membantu mematikan bara yang berada di dalam gambut hingga benar-benar padam,” katanya.
Sementara itu, Karo SDM Polda Riau Kombes Pol Boy Jekson Situmorang mengatakan hasil awal uji coba X-Fire menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Meski demikian, efektivitas cairan tersebut masih akan dipantau dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Hasil awalnya cukup positif, tetapi kami masih akan melakukan pemantauan satu hingga dua hari ke depan untuk memastikan api benar-benar padam, termasuk memastikan tidak ada lagi bara di bawah permukaan tanah gambut,” kata Boy Jekson.
Pemantauan dilakukan untuk melihat apakah setelah proses pemadaman masih terdapat titik panas atau bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran. Target akhirnya adalah mencapai kondisi zero hotspot, terutama pada lapisan gambut yang terbakar.
Uji coba X-Fire melibatkan personel gabungan Polda Riau, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Peserta didik Sespimti Polri juga dilibatkan sebagai satuan tugas edukasi, sekaligus melakukan penelitian dan memberikan rekomendasi teknis.
Boy Jekson mengatakan hasil riset nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan efektivitas X-Fire dalam penanganan karhutla.
“Kami akan melihat hasil penelitian dan evaluasi di lapangan. Jika X-Fire terbukti efektif memadamkan api hingga ke lapisan gambut, inovasi ini dapat menjadi salah satu strategi mitigasi jangka panjang dalam penanganan karhutla di Riau,” ujarnya.
Uji coba ini diharapkan tidak hanya mampu mempercepat proses pemadaman di permukaan, tetapi juga mengatasi bara yang masih tersimpan di dalam gambut sehingga risiko munculnya kembali titik api dapat ditekan.










