TVRINews, Pekanbaru
Tokoh masyarakat Riau yang juga anggota DPD RI daerah pemilihan Riau, Muhammad Mursyid, mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Provinsi Riau untuk memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Presiden Prabowo hadir di Posko Aju Provinsi Riau, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin, 24 Agustus 2026, sekaligus memimpin rapat penanganan karhutla. Menurut Mursyid, kehadiran Presiden menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap kondisi Riau yang mulai terdampak kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo mengapresiasi kerja sama pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta berbagai unsur masyarakat dalam menangani karhutla. Pemerintah pusat juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan tambahan, di antaranya dua helikopter water bombing dan pasokan oksigen untuk memperkuat penanganan karhutla di Riau.
“Kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menyempatkan hadir langsung di Riau. Kehadiran beliau memberikan semangat sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah pusat benar-benar hadir bersama masyarakat dalam menghadapi persoalan karhutla ini,” ujar Muhammad Mursyid, Rabu, 26 Agustus 2026.
Selain apresiasi kepada Presiden, Muhammad Mursyid juga menyampaikan penghargaan kepada Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan beserta jajaran, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, beserta jajaran, serta Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto karena Menurutnya, kerja keras seluruh unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi, koordinasi dan semangat kegotongroyongan.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Kapolda, Pak Pangdam, Pak Plt. Gubernur Riau, seluruh jajaran TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan dan masyarakat yang telah bekerja keras, siang dan malam, memadamkan titik-titik api di Riau. Ini adalah kerja kemanusiaan dan kerja bersama untuk menyelamatkan masyarakat serta menjaga lingkungan kita,” kata Muhammad Mursyid.
Sebagai anggota DPD RI yang mewakili masyarakat Riau, dirinya terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak sebagai langkah antisipasi terhadap dampak karhutla, khususnya persoalan asap yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat.
“Kita harus mengantisipasi bersama. Jangan sampai asap semakin meluas dan masyarakat menjadi korban. Ketika asap muncul, persoalannya bukan hanya kesehatan, tetapi juga pendidikan, ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat ikut terganggu,” sebutnya.










