TVRINews, Dumai
Perum Perum Bulog Cabang Dumai menggelar operasi pasar minyak goreng Minyakita di Pasar Bunda Sri Mersing, Minggu 10 Mei 2026, sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng di pasaran.
Kegiatan tersebut dilakukan menjelang sejumlah hari besar keagamaan, seperti Kenaikan Isa Al-Masih, Hari Raya Iduladha, dan Hari Raya Waisak, yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan bahan pokok masyarakat.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Dumai, Yusnan MT Dongoran, mengatakan operasi pasar dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan sekaligus menjaga harga jual Minyakita tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Dalam operasi pasar di Pasar Bunda Sri Mersing ini, kami menyediakan sebanyak 2.400 liter minyak goreng Minyakita dengan harga jual Rp15.000 per liter,” ujar Yusnan.
Menurutnya, harga tersebut berada di bawah HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Yusnan menjelaskan, penjualan minyak goreng dibatasi maksimal dua hingga tiga liter per pembeli guna memastikan distribusi merata kepada masyarakat.
“Pembatasan pembelian dilakukan agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau,” katanya.
Selain operasi pasar, Bulog Cabang Dumai juga menyalurkan minyak goreng Minyakita melalui 18 mitra binaan yang tersebar di sejumlah pasar tradisional di Kota Dumai.
Distribusi dilakukan di beberapa pasar, antara lain Pasar Bunda Sri Mersing, Pasar Kelakap Tujuh, dan Pasar Bundaran.
Setiap mitra binaan mendapatkan alokasi sekitar 1.200 liter Minyakita setiap pekan untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan serta kestabilan harga minyak goreng di tingkat pasar tradisional.
Bulog berharap langkah tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan minyak goreng di Kota Dumai.










