TVRINews, Indragiri Hilir
Bencana abrasi kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir. Abrasi dilaporkan terjadi di dua titik di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, yang menyebabkan kerusakan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum.
Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir, kejadian pertama terjadi sekitar pukul 09.45 WIB di kawasan Pasar Kuala Enok RT 001 RW 001. Tidak lama berselang, kejadian kedua terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di RT 001 RW 006, Jalan Kampung Jawa AEC, Kelurahan Kuala Enok.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansah, mengatakan abrasi dipicu oleh kuatnya hantaman gelombang laut yang mengikis garis pantai, diperparah kondisi tanah yang labil di wilayah tersebut.
“Tim BPBD bersama unsur terkait telah melakukan kaji cepat di lapangan, mengevakuasi warga terdampak, menyalurkan bantuan logistik, serta melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian susulan,” ujar Arliansah.
Dari pendataan sementara, abrasi berdampak pada 13 kepala keluarga di dua lokasi kejadian. Sejumlah fasilitas umum seperti vihara, jalan lingkungan, dan pelabuhan juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Di lokasi RT 001 RW 006 Jalan Kampung Jawa AEC, terdapat tiga rumah yang berada dalam kondisi terancam sehingga penghuninya terpaksa mengungsi. Dua kepala keluarga mengungsi ke rumah kerabat, sementara satu kepala keluarga menempati rumah negara.
BPBD juga mencatat kerusakan bangunan dengan kategori ringan hingga berat. Total kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp320 juta. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban luka maupun korban jiwa.
Arliansah menegaskan bahwa kondisi di lokasi masih berpotensi berubah mengingat kemungkinan terjadinya abrasi susulan akibat gelombang laut dan kondisi tanah yang rentan.
“Tim Reaksi Cepat BPBD masih bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan keselamatan warga. Kami mengimbau masyarakat di sekitar titik abrasi agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” tambahnya.
Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Kabupaten Indragiri Hilir turut berkoordinasi dengan TNI AL, Polri, pemerintah kecamatan, serta perangkat kelurahan setempat.
BPBD memastikan pemantauan dan pembaruan data akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.










